Jika memutuskan untuk tidak mau lagi belajar, maka kita akan diduduki oleh orang lain dan kita akan dipromosikan karena ada orang-orang lain yang memiliki untuk bekerja keras yang menggantikan posisi kita.
Jika kita memutuskan untuk mencoba, maka sekalipun beberapa kali gagal, namun setelah semakin lama, kita sudah berpindah tempat jauh di depan orang-orang lain yang tidak pernah mau mencoba sekalipun juga. Semua keputusan kita mengandung resiko. Kita harus berani mengambil keputusan dan menanggung resiko yang bakal terjadi sebagai akibatnya.
Kesuksesan mencakup juga keberanian untuk mengambil resiko yang telah diperhitungkan. Mengambil resiko tidak berarti berspekulasi secara bodoh tanpa perlindungan.
Ingatlah : “APAPUN YANG KITA PUTUSKAN, PASTI ADA RESIKO TERKANDUNG DI DALAMNYA.”
Tertawa beresiko memperlihatkan kebodohan.
Menangis beresiko memperlihatkan kecengengan.
Bertemu orang lain beresiko memperlihatkan keterlibatan.
Menunjukkan perasaan beresiko menunjukkan diri Anda yang sebenarnya.
Mengemukakan gagasan-gagasan, impian-impian Anda i hadapan umum beresiko kehilangan mereka.
Mencintai beresiko untuk tidak dicintai.
Hidup beresiko untuk mati.
Berharap beresiko untuk putus asa.
Mencoba juga beresiko gagal.
Tetapi resiko harus diambil, karena bahaya terbesar dalam hidup adalah TIDAK mengambil resiko apapun. Orang yang tidak mengambil resiko sebenarnya tidak melakukan apapun, tidak memiliki apapun, dan akan tidak berarti apa-apa. Mereka tidak dapat terhindar dari penderitaan dan kesedihan, tetapi mereka tidak dapat belajar, merasakan, berubah, bertunbuh, mencintai dan hidup.
-Manna Sorgawi Edisi Desember 2011-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar